Banjir Referensi, Minim Arahan: Potret Calon Pemilik Rumah Menurut Lifetime Design dan Rumah123

Jakarta, September 2026 — Lifetime Design berkolaborasi dengan Rumah123 pada gelaran Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balè by BTN, dengan mendesain dan membangun Rumah123 Lounge build by Lifetime Design. Acara tersebut berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Selain menangani perancangan dan pembangunan lounge, Lifetime Design juga mengisi dua sesi diskusi publik, yaitu “Rumah yang Kamu Mau vs Rumah yang Kamu Butuh” dan “Membangun Nilai di Balik Rumah Impian”. Kolaborasi ini menempatkan Lifetime Design tidak hanya sebagai pelaksana ruang, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan publik mengenai proses mewujudkan rumah.

Rumah123 memilih Lifetime Design sebagai mitra karena pemahamannya dalam merancang hunian yang sesuai dengan kebutuhan, rutinitas, dan gaya hidup penghuninya. Kolaborasi ini diharapkan membantu pengunjung melihat bahwa perjalanan memiliki rumah juga mencakup perencanaan ruang yang akan mereka tinggali.

Ruang yang Dirancang untuk Dirasakan, Bukan Sekadar Dilihat

Rumah123 Lounge build by Lifetime Design dirancang dengan pendekatan home-like experience. Tim desain menghadirkan furniture, dekorasi, dan penataan zona yang menyerupai ruang keluarga, bukan format anjungan pameran pada umumnya.

Struktur ruang sengaja dibiarkan terbuka tanpa dinding maupun tirai sehingga pengunjung dapat melihat langsung ke dalam ruang dari berbagai arah. Furniture pun tidak dipilih dalam satu set seragam, melainkan dipadukan dengan detail penataan rumah berupa rangkaian ranting kering, bunga, serta tanaman yang berfungsi sebagai pembatas alami antarzona.

Sebaliknya, sejumlah elemen justru sengaja dikurangi. Sekat kaku, penempatan logo yang berlebihan, serta material berkesan dingin seperti kaca dan logam ditekan seminimal mungkin agar ruang terasa lebih personal dan mengundang interaksi.

Tantangan terbesar dalam pengerjaannya adalah menjaga kualitas ruang di tengah waktu pembangunan yang terbatas, karena pusat perbelanjaan tetap beroperasi seperti biasa. Meski demikian, tim tetap mempertahankan fokus pada penataan zona, pemilihan furnitur, dan detail interior. Justru detail-detail itulah yang membedakan ruang yang terasa hidup dari anjungan pameran yang hanya menarik dilihat dari luar.

Sesi pertama, “Rumah yang Kamu Mau vs Rumah yang Kamu Butuh”, menyoroti jarak antara keinginan dan kebutuhan pemilik rumah. Hana Silviana, Senior Designer Lifetime Design, memaparkan bahwa penyesalan pemilik rumah umumnya berakar pada keinginan yang lahir dari referensi visual, bukan dari rutinitas sehari-hari.

Sebaliknya, hal yang paling sering terlupakan justru yang tidak terlihat dalam foto: penyimpanan, area servis, sirkulasi udara dan cahaya, serta ruang untuk fase hidup berikutnya. Banyak orang merancang rumah untuk kehidupannya hari ini, padahal rumah tersebut akan dihuni sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan.

Dalam sesi itu, ia mengajukan satu pertanyaan sederhana yang dinilai dapat membantu calon pemilik rumah mengambil keputusan: apakah rumah tersebut disiapkan untuk hidup yang sedang dijalani, atau untuk hidup yang dibayangkan. Ketika anggaran terbatas, kejelasan semacam itu dinilai jauh lebih berharga daripada tambahan referensi desain.

Membangun Nilai di Balik Rumah Impian

Sesi kedua, “Membangun Nilai di Balik Rumah Impian”, membahas faktor yang kerap luput dari perhatian ketika seseorang menilai sebuah hunian. Lokasi dan harga memang menentukan nilai rumah di mata pasar, tetapi tidak menentukan nilai rumah bagi orang yang tinggal di dalamnya.

“Yang paling sering diremehkan adalah kualitas keputusan di tahap paling awal: tata ruang, sirkulasi, pencahayaan, serta hal-hal yang tidak terlihat seperti struktur dan instalasi. Bagian itu paling murah dibereskan sejak awal dan paling mahal diperbaiki belakangan. Anggaran besar masih punya ruang untuk memperbaiki kesalahan, sementara anggaran terbatas tidak punya ruang untuk mengulang. Karena itu, perencanaan yang matang sebenarnya adalah bentuk penghematan, bukan biaya tambahan,” ujar Rachmat Fauzan, CEO Lifetime Design.

Yang Dicari Bukan Inspirasi, Melainkan Arahan

Interaksi selama enam hari penyelenggaraan memunculkan pola yang berbeda dari asumsi umum di industri properti.

“Asumsi yang selama ini berlaku adalah orang datang ke acara properti untuk mencari inspirasi desain. Yang kami temukan justru sebaliknya. Sebagian besar pertanyaan yang masuk sangat praktis: harus mulai dari mana, bagian mana yang perlu didahulukan, dan berapa perkiraan biayanya. Mereka bukan kekurangan referensi, justru kelebihan referensi. Yang mereka cari bukan gambar tambahan, melainkan urutan dan kepastian,” ujar Hana Silviana, Senior Designer Lifetime Design.

Bagi Rumah123, perjalanan memiliki rumah melibatkan berbagai pertimbangan yang saling berkaitan, mulai dari kebutuhan hunian dan kemampuan finansial hingga pilihan lokasi dan tipe properti. Perencanaan ruang juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut agar calon pemilik rumah dapat mempertimbangkan kebutuhan keluarga, prioritas penataan, dan anggaran sejak awal.

Kolaborasi dengan Lifetime Design melengkapi perspektif yang dihadirkan Rumah123 kepada pencari properti. Rumah123 membantu konsumen menemukan dan mempertimbangkan pilihan hunian, sementara Lifetime Design berbagi pemahaman mengenai desain dan pembangunan ruang yang fungsional serta sesuai dengan kehidupan penghuninya melalui lounge dan dua sesi diskusi publik.

“Memilih rumah bukan hanya mempertimbangkan lokasi dan harga, tetapi juga memahami bagaimana rumah tersebut akan menunjang kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi dengan Lifetime Design di Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balè by BTN, kami ingin membantu pengunjung menghubungkan pilihan hunian dengan kebutuhan ruang dan anggaran yang perlu disiapkan. Pengalaman di lounge dan diskusi bersama para praktisi diharapkan memberi gambaran yang lebih konkret tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan rumah,” ujar Bharat Buxani, Chief Marketing Officer 99 Group.

Lifetime Design menyatakan bahwa penyelenggaraan ini mengubah cara perusahaan memandang tahap awal perjalanan pemilik rumah. Kebutuhan pendampingan dinilai muncul jauh lebih awal dari perkiraan, karena banyak orang membutuhkan arahan bahkan sebelum merasa siap bertemu desainer.

Sebagai tindak lanjut, Lifetime Design membuka sesi konsultasi awal bagi calon pemilik rumah, termasuk mereka yang belum memasuki tahap desain.


Tentang Lifetime Design

Lifetime Design merupakan perusahaan desain interior dan konstruksi terintegrasi yang menghadirkan layanan end-to-end design & build untuk hunian dan ruang komersial. Dengan pendekatan yang menggabungkan desain, konstruksi, serta furniture custom dalam satu sistem layanan, Lifetime Design berkomitmen menghadirkan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan relevan dalam jangka panjang.

Media Contact:
Adhitia Rifqi
Brand Partnership – Lifetime Design
+62 878-8433-4540
Instagram: @lifetime.design
Website: www.lifetimedesign.co

Share event ini:

Event Lainnya

7 August 2025

Media Luncheon at SVHA HOUSE, a Signature Project by Lifetime Design

25 July 2025

Cooking with Chef Degan Perpaduan Cita Rasa dan Keindahan Desain Hunian

7 July 2024

“The House Within”